Minggu, 14 Oktober 2012

EKONOMI KOPERASI


BAB 3 DAN BAB 4
III.Organisasi dan Manajemen
1.  Bentuk-bentuk organisasi
     a.  Menurut Hanel
              •   Suatu sistem sosial ekonomi atau sosial teknik yang terbuka dan berorientasi
                   pada tujuan.
•      Sub sistem koperasi :
- Individu (pemilik dan konsumen akhir);
- Pengusaha Perorangan/kelompok (pemasok/supplier);
- Badan Usaha yang melayani anggota dan masyarakat.
     b.  Menurut Ropke
              •   Identifikasi Ciri Khusus :
- Kumpulan sejumlah individu dengan tujuan yang sama (kelompok koperasi);
- Kelompok usaha untuk perbaikan kondisi sosial ekonomi (swadaya kelompok koperasi);
- Pemanfaatan koperasi secara bersama oleh anggota (perusahaan koperasi);
- Koperasi bertugas untuk menunjang kebutuhan para anggotanya (penyediaan barang dan jasa).
•      Sub sistem :
- Anggota Koperasi ;
- Badan Usaha Koperasi ;
- Organisasi Koperasi.
       c.  Menurut di Indonesia
·      Bentuk (Rapat Anggota, Pengurus, Pengelola dan Pengawas);
·      Rapat Anggota;
·      Wadah anggota untuk mengambil keputusan.
- Pemegang Kekuasaan Tertinggi, dengan tugas :
- Penetapan Anggaran Dasar;
- Kebijaksanaan Umum (manajemen, organisasi & usaha koperasi);
- Pemilihan, pengangkatan & pemberhentian pengurus;
- Rencana Kerja, Rencana Budget dan Pendapatan serta pengesahan Laporan Keuangan;
- Pengesahan pertanggung jawaban;
- Pembagian SHU;
- Penggabungan, pendirian dan peleburan.
    2.  Hirarki tanggung jawab
          Dalam rapat anggota tugasnya memilih dan memberhentikan pengawas dan pengurus.
          a.  Pengurus
   Pengurus memberi kuasa kepada pengelola untuk mengatur dan mengembangkan usaha dengan efisien dan profesional, hubungannya dengan pengurus bersifat kontrak kerja, diangkat dan
              diberhentikan oleh pengurus.
                1)  Tugas :
                   •   Mengelola koperasi dan usahanya;
                   •   Mengajukan rancangan Rencana kerja, budget dan belanja koperasi;
                   •   Menyelenggarakan rapat anggota;
                   •   Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban;
                   •   Maintenance daftar anggota dan pengurus.
                2)  Wewenang :
                   •   Mewakili koperasi didalam dan diluar pengadilan;
                   •   Meningkatkan peran koperasi.
          b.    Pengawas
   Pengawas  atau badan  pemeriksa  adalah  orang-orang   yang diangkat oleh forum rapat anggota untuk mengerjakan tugas pengawasan kepada pengurus.
                Tiga hal penting yang diawasi dari pengurus oleh pengawas, yakni :
                a)  keorganisasian;
                b)  keusahaan;
                c)  keuangan.

   Tugas  pengawas  dalam  manajemen  koperasi  memiliki posisi strategis, mengingat secara tidak langsung, posisinya dapat menjadi pengaman dari ketidakjujuran, ketidaktepatan pengelolaan atau ketidakprofesionalan pengurus. Oleh sebab itu menjadi pengawas harus memiliki persyaratan kemampuan (kompentensi), yaitu :
                 a)  kompentensi pribadi;
                 b)  kompentensi profesional.

              UU 25 Tahun 1992 pasal 39 ; Bertugas untuk melakukan pengawasan kebijakan dan pengelolaan koperasi. Dan juga berwenang untuk meneliti catatan yang ada dan mendapatkan segala  keterangan yang diperlukan.

   3.  Pola Manajemen
   Dilihat dari perangkat dan mekanisme kerja, manajemen koperasi tampaknya memiliki kekhususan dan aturan tersendiri dibandingkan dengan badan/lembaga/organisasi lainnya, misalnya manajemen pada perseroan terbatas. Kekhususan tersebut mempunyai dampak dalam mewujudkan efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan koperasi.
   Adanya peran serta dari anggota sebagai pemilik dan pengguna jasa koperasi memberi kesan campur tangan anggota dalam manajemen, sehingga manajemen koperasi terlihat rumit. Pada dasarnya manajemen meliputi kegiatan pengelolaan usaha koperasi. Dalam praktik koperasi, pengelolaan organisasi dilakukan oleh pengurus, sedangkan pengelolaan usaha dilakukan oleh pengelola usaha yang diangkat oleh pengurus. Pasal 32 undang-undang nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian menyebutkan bahwa :      
          “pengurus koperasi dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk
            mengelola usaha”.
         
          “Dalam hal pengurus koperasi bermaksud untuk mengangkat pengelola,maka rencana
            pengangkatan tersebut diajukan kepada rapat anggota untuk mendapat persetujuan”.
        
          “Pengelola bertanggung jawab kepada pengurus”.

          “Pengelolaan usaha oleh pengelola tidak mengurangi tanggung jawab pengurus,
            sebagaimana ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku”.

   Ketentuan pasal 32 tersebut mengandung arti bahwa pengurus dapat mengangkat atau tidak mengangkat pengelola, bergantung pada kemampuan pengurus dan usaha yang dijalankan. Dengan demikian, unsur yang ada dalam manajemen koperasi adalah rapat anggota, pengurus, pengelola usaha dan pengawas. Hal itu berlainan dengan,misalnya pada perseroan terbatas, dimana manajemen dilakukan oleh direksi dan dewan komisaris. Pengurus dan pengelola seolah-olah dua lembaga yang berdiri sendiri, padahal tidak demikian, karena pengelola diangkat oleh pengurus, sehingga kedudukannya hanya sebagai pegawai yang diberi kuasa dan wewenang oleh pengurus untuk mengelola usaha koperasi.

     •   Pola Manajemen Diantaranya :
-Menggunakan gaya manajemen yang partisipatif;
- Terdapat pola job description pada setiap unsur dalam koperasi;
- Setiap unsur memiliki ruang lingkup keputusan yang berbeda (decision area);
- Seluruh unsur memiliki ruang lingkup keputusan yang sama (shared decision areas).

IV.Tujuan dan Fungsi Koperasi
1.Pengertian Badan Usaha Adalah kesatuan yuridis dan ekonomis dari faktor-faktor produksi yang bertujuan mencari laba atau member pelayanan kepada masyarakat.

2.Koperasi Sebagai Badan Usaha
•  Koperasi adalah badan usaha atau perusahaan yang tetap tunduk pada kaidah & aturan prinsip ekonomi yang berlaku (UU No. 25, 1992)
•  Mampu untuk menghasilkan keuntungan dan mengembangkan organisasi & usahanya
•  Ciri utama koperasi adalah pada sifat keanggotaan; sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa
•  Pengelolaan koperasi sebagai badan usaha dan unit ekonomi rakyat memerlukan system manajemen usaha (keuangan, tehnik, organisasi & informasi) dan sistem keanggotaan (membership system)
3.Tujuan koperasi
•  Theory of the firm; perusahaan perlu menetapkan tujuan
Mendefinisikan organisasi
Mengkoordinasi keputusan
Menyediakan norma
Sasaran yang lebih nyata
•   Tujuan perusahaan :
Maximize profit, maximize the value of the firm, minimize cost
Koperasi
• Berorientasi pada profit oriented & benefit oriented
•   Landasan operasional didasarkan pada pelayanan (service at a cost)
•Memajukan kesejahteraan anggota merupakan prioritas utama (UU No. 25, 1992)
•Kesulitan utama pada pengukuran nilai benefit dan nilai perusahaan
4.Mendefinisikan Tujuan Perusahaan Koperassi
Tujuan koperasi sebagai perusahaan atau badan usaha tidaklah semata-semata hanya pada orientasi laba (profit oriented), melainkan juga pada orientasi manfaat (benefit oriented). Karena itu, dalam banyak kasus koperasi, manajemen koperasi tidak mengejar keuntungan sebagai tujuan perusahaan karena mereka bekerja didasari dengan pelayanan (service at cost). Untuk koperasi di Indonesia, tujuan badan usaha koperasi adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya (UU No. 25/1992 pasal 3). Tujuan ini dijabarkan dalam berbagai aspek program oleh manajemen koperasi pada setiap rapat angggota tahunan. Mewujudkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta turut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju adil dan makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Tujuan utama koperasi Indonesia adalah mengembangkan kesejahteraan anggota, pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Koperasi Indonesia adalah perkumpulan orang-orang, bukan perkumpulan modal sehingga laba bukan merupakan ukuran utama kesejahteraan anggota-anggotanya. Manfaat yang diterima anggota lebih diutamakan daripada laba.
5.Kontribusi Teori Keterbatasan Perusahaan
•Maximization of sales (William Banmoldb); usaha untuk memaksimumkan penjualan setelah keuntungan yang diperoleh telah memuaskan para pemegang saham (stake holders)
•Maximization of management utility (Oliver Williamson); penerapan pemisahan pemilik dan manajemen (separation of management from ownership) dan maksimalisasi penggunaan manajemen
•Satisfying Behaviour (Herbert Simon); diperlukan adanya perjuangan dan usaha keras dari pihak manajemen untuk memuaskan beberapa tujuan yang telah ditentukan, seperti sales, growth, market share, dll.
6.Kontribusi Teori Laba pada Success Koperasi
•  Konsep laba dalam koperasi adalah SHU; semakin tinggi partisipasi anggota, maka semakin tinggi manfaat yang diterima.
• Innovation theory of profit; perolehan laba yang maksimal karena adanya keberhasilan organisasi dalam melakukan inovasi terhadap produknya.
• Managerial Efficiency Theory of profit; organisasi yang dikelola dengan efisien akan meraih laba di atas rata-rata laba normal.
7.Fungsi Laba
   Laba yang tinggi adalah pertanda bahwa konsumen menginginkan output yang lebih dari industri perusahaan. Sebaiknya, laba yang rendah atau rugi adalah pertanda bahwa konsumen menginginkan kurang dari produk/ komoditi yang ditangani dan metode produksinya tidak efisien.
8.Kegiatan Usaha Koperasi
•Key success factors kegiatan usaha koperasi :
Status dan motif anggota koperasi
Bidang usaha (bisnis)
Permodalan Koperasi
Manajemen Koperasi
Organisasi Koperasi
Sistem Pembagian Keuntungan (Sisa Hasil Usaha)
Status & Motif Anggota
•  Anggota sebagai pemilik (owners) dan sekaligus pengguna (users/customers)
•Owners: menanamkan modal investasi
•Customers : memanfaatkan pelayanan usaha koperasi dengan maksimal
•  Kriteria minimal anggota koperasi :
Tidak berada di bawah garis kemiskinan & memiliki potensi ekonomi
Memiliki pola income reguler yang pasti
Bisnis Koperasi
• Usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.
•Dapat memberikan pelayanan untuk masyarakat (bila terdapat kelebihan kapasitas; dalam rangka optimalisasi economies of scale).
•Usaha dan peran utama dalam bidang sendi kehidupan ekonomi rakyat.
Permodalan Koperasi
• UU 25/992 pasal. 41; Modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman (luar).
• Modal Sendiri ; simpanan pokok anggota, simpanan wajib, dana cadangan, donasi atau dana  hibah.
• Modal Pinjaman; bersumber dari anggota, koperasi lain dan atau anggotanya, bank dan lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya dan sumber lainnya yang sah.
Model Konsep Skematis Modal Koperasi
Modal Kerja
Modal Sendiri :
• Simpanan Pokok
• Simpanan Wajib
• Dana Cadangan
• Donasi
Investasi
Modal Pinjaman/Luar :
• Anggota
• Koperasi
• Bankdu67120631759495
• Lembaga Keuangan Non Bank
• Obligasi
• Sumber Lain
Alternatif Pemenuhan Modal
•  Prinsip alokasi flow permodalan :
Dana jangka pendek digunakan untuk pembiayaan modal kerja
Dana jangka panjang digunakan untuk modal investasi
• Melakukan pendekatan model badan usaha non koperasi (swasta / persero), dengan berdasarkan atas saham kepemilikan.
•  Akses permodalan pinjaman dan bantuan program dari luar negeri.





Sabtu, 13 Oktober 2012

EKONOMI KOPERASI


BAB 1 DAN BAB2
1.Pendahuluan :
1.Konsep koperasi :
A.Konsep Koperasi Barat
Konsep koperasi barat menyatakan bahwa koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.
B.Konsep Koperasi Sosialis
konsep koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah, dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional. sebagai alat pelaksana dari perencanaan yang ditetapkan secara sentral, maka koperasi merupakan bagian dari suatu tata administrasi yang menyeluruh, berfungsi sebagai badan yang turut menentukan kebijakan publik, serta merupakan badan pengawasan dan pendidikan.
sumber: 1. Arifin Sitio dan Halomoan Tamba, 2001, Koperasi, Teori dan Praktek, Penerbit Erlangga, Jakarta
C.Konsep koperasi negara berkembang
Murker hanya membedakan koperasi berdasarkan konsep barat dan konsep sosialis. Sementara itu di dunia ketiga, walaupun masih mengacu kepada kedua konsep tersebut, namun koperasinya sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya. Campur tangan ini memang dapat dimaklumi karena apabila masyarakat dengan kemampuan dan sumber daya manusia dan modalnya yang terbatas dibiarkan dengan inisiatif sendiri untuk membentuk sendiri koperasinya, maka koperasi tidak akan pernah tumbuh dan berkembang.
Konsep koperasi di negara berkembang walaupun masih mengacu kepada kedua konsep tersebut namun koperasinya sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaanya dan pengembangannya.

2.Latar belakang aliran koperasi :
A.Keterkaitan Ideologi, Sistem Perekonomian dan Aliran Koperasi
Ideologi : Liberalisme/Kapitalisme, Komunisme/Sosialisme, Tidak termasuk Liberalisme dan Sosialisme.
Sistem Perekonomian : Sistem Ekonomi Bebas Liberal, Sistem Ekonomi Sosialis, Sistem Ekonomi Campuran.
Aliran Koperasi : Yardstick, Sosialis, Persemakmuran (Commonwealth).
B.Aliran koperasi
1.Aliran Yardstick :
-Dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut perekonomian Liberal.
-Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi.
-Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah-tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri.
-Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industri berkembang dengan pesat. Seperti di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda, dll.
2.Aliran Sosialis :
-Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi.
-Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia.
3.Aliran Persemakmuran (Commonwealth) :
-Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.
-Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat.
-Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat ”Kemitraan (patnership)”, dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.http://thepoemerz.multiply.com/journal/item/111/Ekonomi_Koperasi_Bab_1?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
3.Sejarah perkembangan koperasi:
A.Sejarah Lahirnya Koperasi
·1844 di Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa ini. Th 1852 Jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit.
·1862 dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian ”The Cooperative Whole Sale Society (CWS)”
·1818-1888 koperasi berkembang di Jerman dipelopori oleh Ferdinan Lasalle, Frederich W. Raiffesen.
·1808-1883 koperasi berkembang diDenmark dipelopori oleh Herman Schulze.
·1896 di London terbentuklah ICA (International Cooperative Alliance) maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional.
B.Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia
·1895 di Leuwiliang didirikan pertama kali koperasi di Indonesia (Sukoco, “Seratus Tahun Koperasi di Indonesia”). Raden Ngabei Ariawiriaatmadja, Patih Purwokerto dan kawan-kawan mendirikan Bank Simpan Pinjam untk menolong teman sejawatnya para pegawai negeri pribumi melepaskan diri dari cengkeraman pelepas uang.
·Bank Simpan Pinjam tersebut, semacam Bank Tabungan dan diberi nama “De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Hoofden” = Bank Simpan Pinjam para ”Priyayi” Purwokerto.Atau dalam bahasa Inggris “the Purwokerto Mutual Loan and Saving Bank for Native Civil Servants”.
·1920 diadakan Cooperative Commissie yang diketuai oleh Dr. JH. Boeke sebagai Adviseur voor Volkscredietwezen.Komisi ini diberi tugas untuk menyelidiki apakah koperasi bermanfaat di Indonesia.
·12 Juli 1947, diselenggarakan kongres gerakan koperasi se Jawa yang pertama di Tasikmalaya.
·1960 pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah No. 140 tentang penyaluran bahan pokok dan menugaskan koperasi sebagai pelaksananya.
·1961, diselenggarakan musyawarah Nasional Koperasi I (Munaskop I) di Surabaya untuk melaksanakan prinsip Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin.
·1965, pemerintah mengeluarkan undang-undang No. 14 th 1965, dimana prinsip NASAKOM (Nasioalis, Sosialis dan Komunis) diterapkan di Koperasi. Tahun ini juga dilaksanakan Munaskop II di Jakarta.
·1967 pemerintah mengeluarkan undang-undang No. 12 th 1967 tentang pokok-pokok perkoperasian disempurnakan dan diganti dengan UU No. 25 th 1992 tentang perkoperasian.
·Peraturan pemerintah No. 9 tahun 1995 tentang kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan Koperasi.

II.Pengertian dan prinsip-prinsip koperasi :
1.Pengertian koperasi :
a.  Definisi ILO (International Labour Organization)
                 Koperasi adalah suatu perkumpulan orang, biasanya yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas, yang melalui suatu bentuk organisasi perusahaan yang diawasi secara demokratis, masing-masing memberikan sumbangan yang setara terhadap modal yang diperlukan, dan bersedia menanggung resiko serta menerima imbalan yang sesuai dengan usaha yang mereka lakukan (ILO, 1966 dikutip dari Edilius dan Sudarsono, 1993).
          b.  Definisi Chaniago
                Drs. Arifinal Chaniago (1984) dalam bukunya Perkoperasian Indonesia memberikan definisi, “Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang –orang atau badan hukum yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya”.
          c.  Definisi Dooren
                Dooren sudah memperluas pengertian koperasi, di mana koperasi tidaklah hanya kumpulan orang-orang, akan tetapi dapat juga merupakan kumpulan dari badan-badan hukum.
          d.  Definisi Hatta
                 Koperasi didirikan sebagai persekutuan kaum yang lemah untuk membela keperluan hidupnya. Mencapai keperluan hidupnya dengan ongkos yang semurah-murahnya, itulah yang dituju. Pada koperasi didahulukan keperluan bersama, bukan keuntungan (Hatta, 1954).
          e.  Definisi Munkner
                 Munkner mendefinisikan koperasi sebagai organisasi tolong–menolong yang menjalankan “urus niaga” secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong– menolong. Aktivitas dalam urusniaga semata–mata bertujuan ekonomi, bukan sosial seperti yang dikandung gotong–royong.
          f.   Definisi UU No. 25/1992
                 Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-perorangan atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
 2.  Tujuan koperasi
            Tujuan utama pendirian suatu koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya. Adapun tujuan koperasi adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
3.  Prinsip-prinsip koperasi
          a.  Prinsip Munkner :
               •   Keanggotaan bersifat sukarela;
               •      Keanggotaan terbuka;
               •      Pengembangan anggota;
               •      Identitas sebagai pemilik dan pelanggan;
               •      Manajemen dan pengawasan dilaksanakan secara demokratis;
               •      Koperasi sebagai kumpulan orang-orang;
               •      Modal yang berkaitan dengan aspek sosial tidak dibagi;
               •      Efisiensi ekonomi dari perusahaan koperasi;
               •      Perkumpulan dengan sukarela;
               •      Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan;
               •      Pendistribusian yang adil dan merata akan hasil – hasil ekonomi;
               •   Pendidikan anggota.
          b.  Prinsip Rochdale :
               •   Pengawasan secara demokratis;
               •      Keanggotaan terbuka;
               •      Bunga atas modal dibatasi;
               •      Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota sebanding dengan jasa masing –masing
                    anggota;
               •   Penjualan sepenuhnya dengan tunai;
               •   Barang – barang yang dijual harus asli dan tidak yang dipalsukan;
               •   Menyelenggarakan pendidikan kepada anggota dengan prinsip-prinsip anggota;
               •      Netral terhadap politik dan agama.
          c.  Prinsip Raiffeisen :
               •   Swadaya;
               •      Daerah kerja terbatas;
               •      SHU untuk cadangan;
               •      Tanggung jawab anggota tidak terbatas;
               •      Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan;
               •      Usaha hanya kepada anggota;
               •      Keanggotaan atas dasar watak, bukan uang.
                Raiffeisen memberikan landasan bekerjanya koperasi-koperasi (koperasi simpan
              pinjam/kredit) itu dengan motto “Einer fur allen-Allen fur Einer” yang artinya “satu
              untuk semua dan semua untuk satu.
          d.  Prinsip Schulze :
              •   Anggota dari kalangan masyarakat, terutama pada para pengusaha dan pedagang
                    kecil;
·       Pengurus koperasi dipilih dan diberi upah atas pekerjaannya;
·      Uang simpanan digunakan sebagai modal dan pinjaman dari koperasi hanya bersifat jangka pendek;
·       Keuntungan atas bunga pinjaman dikumpulkan dan kelak dibagikan kepada para anggota.
                   Atas anjuran Schulze pada tahun 1859 telah berdiri koperasi simpan pinjam
              sebanyak 183 buah dengan 18.000 orang anggota.
          e.  Prinsip ICA (International Cooperative Alliance) :
•         Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya yang dibuat – buat;
•         Kepemimpinan yang demokratis atas dasar satu orang satu suara;
•         Modal menerima bunga yang terbatas ( bila ada );
•         SHU dibagi 3 : cadangan, masyarakat, ke anggota sesuai dengan jasa masing-masing;
•         Semua harus melaksanakan pendidikan secara terus menerus;
•         Semua koperasi harus melaksanakan kerjasama yang erat, baik ditingkat regional, nasional, maupun internasional.                    
          f.   Prinsip koperasi Indonesia :
               Menurut UU No. 12 tahun 1967 :
     •     Sifat keanggotaan sukarela dan terbuka untuk setiao warga negara Indonesia;
                   •   Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pemimpin demokrasi        dalam koperasi;
     •      Pembagian SHU diatur menurut jasa masing – masing anggota;
     •      Adanya pembatasan bunga atas modal;
     •      Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada
                        umumnya;
     •      Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka;
     •      Swadaya, swakarta, dan swasembada sebagai pencermin prinsip dasar percaya
                       diri sendiri.
                Menurut UU No. 25 tahun 1992 :
     •      Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka;
     •      Pengelolaan dilakukan secara demokrasi;
     •      Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing
                       anggota;
     •      Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal;
     •      Pendidikan perkoperasian;
     •      Kerjasama antar koperasi.

Jumat, 04 Mei 2012

Pengantar Komputer & TI 2B


Tugas PKTI 2B

1.         Sebutkan dan jelaskan lapisan- lapisan Sistem Unix !

-Lapisan  yang  paling  dalam  adalah  komputer   dan  piranti  pendukungnya, seperti disk,  tape,  printer dan  lain-lain.  Ini semua disebut  dengan perangkat  keras   sistem.
-Kernel merupakan otak dari otak sistem operasi yang terdapat di sekeliling perangkat keras, yang terdiri dari sejumlah program untuk mengendalikan sistem operasi unix.
-Utilitas merupakan sejumlah program untuk mendukung kernel. Utilitas berfungsi untuk melakukan akses  sistem bagi pemakai.
-Lapis  terluar dari sistem UNIX adalah shell.  Shell merupakan penghubung antara pemakai dan sistem.
- Bila pemakai    mengetikkan   sebuah   perintah (Utilitas) pada shell, maka shell akan menerjemahkan   perintah  tersebut  dan   mengatakan kepada kernel apa yang harus dilakukan untuk dikerjakan oleh perangkat keras.  

2.      Sebutkan dan jelaskan kemampuan Sistem Operasi Unix !
- Multiuser Sistem, dapat digunakan oleh lebih dari satu orang pada satu saat. Tentunya untuk melakukan hal ini harus digunakan lebih dari satu terminal yang dihubungkan. Dapat memakai file, program bahkan piranti- piranti yang terhubung dengan komputer secara bersamaan.
-Multitasking Sistem, dapat melakukan beberapa tugas atau proses pada waktu yang bersamaan. Dengan demikian seseorang dapat memiliki satu proses yang sedang berkomunikasi langsung dengan terminal, tetapi juga memiliki proses lain dengan prioritas yang lebih rendah.
-Sistem File Organisasi File di Unix, memiliki struktur pohon (tree) yang terdiri dari file dan direktori. Struktur tersebut diawali oleh akar (root) sebagai awal dari seluruh direktori yang ada.

3. Jelaskan otoritas masing- masing pemakai Sistem Operasi Unix/ Linux !
Dengan GNU GPL Linux menawarkan sebuah sistem operasi sekelas UNIX dengan biaya murah. Terutama bagi perusahaan dengan kapital kecil Linux memberi angin segar terhadap investasi perangkat lunak yang dibutuhkan. Dengan fasilitas yang dimiliki Linux , maka Linux merupakan alternatif sistem operasi yang patut dilihat terhadap sistem operasi lainnya seperti Windows NT, UNIX, SunOS dan lainnya.
Bagi pengguna UNIX , Linux dapat menjadi personal UNIX yang digunakan sebagai
sarana pemrograman termasuk pemrograman database dan X-Windows. Bagi mahasiswa, Linux merupakan sarana yang dapat digunakanuntuk mempelajari lingkungan UNIX yang biasa digunakan oleh perusahaan skala besar. Bagi perusahaan skala kecil dan menengah , Linux dapat menghemat biaya investasi UNIX dengan kemampuan sama.

4. Jelaskan dan berilah contoh 5 perintah di Unix/ Linux !
- Buat direktori; mkdir [nama direktori
Contoh : mkdir coba
-Menghapus file; rm [nama file] or rm [lokasi file/nama file]
Contoh : rm tes.txt
 -Menghapus direktori; rmdir [nama direktori] or rmdir -r [nama direktori]
Contoh  : rmdir coba
Contoh : rmdir -r coba –> (memindahkan direktori bersama isinya.
-Memindahkan file; mv [posisi file] [posisi tujuan]
Contoh  : mv test.txt  data\coba\latihan
-Membuat salinan dari sebuah file ; # cp
Contoh : # cp /home/tedy/contoh.txt /home/tedy/tes/

5.
      

 Cara membuat derectori dalam perintah unix/linux :
Root@gunadarma[/]$sudo su
Root@gunadarma[/]#cd/universitas
Root@gunadarma[/universitas]#mkdir filkom
Root@gunadarma[/universitas]#cd filkom
Root@gunadarma[/universitas/filkom]#mkdir SI SK
Root@gunadarma[/universitas/filkom]#cd..
Root@gunadarma[/universitas]#mkdir FE
Root@gunadarma[/universitas]#cd FE
Root@gunadarma[/universitas/FE]#mkdir AK MA
Root@gunadarma[/universitas/FE]#cd/universitas
Root@gunadarma[/universitas]#mkdir FTI
Root@gunadarma[/universitas]#cd..

Minggu, 22 April 2012

Strategi Pembangunan Indonesia


Strategi Pembangunan Indonesia
            Menurut saya strategi pembangunan sangat di perlukan oleh Negara Indonesia. Pembangunan di Indonesia belum bisa dikatakan sempurna dan berhasil secara keseluruhan hal ini dikarenakan oleh pembangunan yang tidak merata diberbagai daerah yang kurang berkembang seperti daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.strategi atau plaining kedepan perlu dilihat dari berbagai aspek dari hal terkecil hingga membuat pengaruh yang besar nantinya terhadap pembangunan di Indonesia.strategi pembangunan meruapakan langkah awal dalam memajukan kesejahteraan bangsa dan memajukan kualitas bangsa.langkah awal strategi pembangunan di Indonesia yaitu dengan mempersatukan rakyat Indonesia agar dapat memajukan pembangunan Bangsa Indonesia.saling tolong menolong salah satu kebudayaan Indonesia yang mempersatukan dan membangun Bangsa Indonesia.dalam pembangunan di Indonesia masih dikategorikan belum baik karena pertumbuhan perekonomian yang sedikit di banding Negara-negara lainnya dan di tambah dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih minim.
            Salah satu strategi dalam pembangunan yaitu dalam pertumbuhan penduduk. Strategi pertumbuhan penduduk salah satu yang berpengaruh besar dalam pembangunan Indonesia hal ini dikarenakan dari jumlah penduduk yang semakin banyak harus dikontrol dari program Pemerintah yaitu keluarga berencana (kb)yang mengontrol pertumbuhan penduduk secara pesat.
Jumlah penduduk yang bertambah semakin cepat akan mengakibatkan padatnya jumlah penduduk Indonesia yang memungkinkan bertambahnya kebutuhan-kebutuhan pokok yang harus terpenuhi sedangkan sumber daya yang ada semakin terbatas.disini pemerintah mengeluarkan program keluarga berencana (kb)untuk mengontrol jumlah pertumbuhan penduduk di Indonesia.
Pertumbuhan penduduk ini harus diimbangi dengan kualitas Sumber Daya Manusia(SDM) yang membuat meningkatnya kualitas taraf hidup yang semakin meningkat dan sebagai penunjang keberhasilan dalam proses pembangunan di Indonesia.sumber daya manusia yang terdidik dan terampil sangat diperlukan dalam mengelola pembangunan di Indonesia. Sumber Daya Manusia(SDM) sangat menentukan kemajuan suatu bangsa dan menentukan tingkat pembangunan disuatu Negara,oleh karena itu di Indonesia harus di tingkatkan kembali Sumber daya Manusia(SDM) agar pembangunan di Indonesia bisa berjalan dengan baik sehingga dapat memajukan kehidupan Bangsa Indonesia.
Ciri-ciri Sumber Daya Manusia(SDM) yang berkualitas :
-Mampu mengunakan Teknologi yang sudah ada maupun menciptakan atau mengembangkan sebuah teknologi.
-Memiliki prinsip yang kuat(mampu menyelaraskan hati dengan pikiran).
-Mampu mengoptimalkan kemampuan.
-Berdedikasih tinggi.
-Berpendidikan.
-Memiliki Nurani.
-Memiliki ketekunan.
-Memiliki disiplin yang tinggi.
-Memiliki ketermpilan.
-Memiliki skill labour.
-Memiliki tujuan.
-Memiliki kemauan dan keinginan.
Dalam pemerataan kependudukan dan pembangunan di Indonesia juga merupakan langkah awal dalam menjalankan pembangunan di Indonesia dari penyebaran jumlah penduduk di Indonesia yang merata,tidak terpusat di kota-kota besar saja tetapi di daerah-daerah.pemerataan untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh pusat pemerintahan ini jika penempatan pemerataan kependudukan akan mendorong masyarakat dalam mengolah lahan baru dari daerah ini sehingga sumber daya didaerah tersebut akan bisa diolah dalam membuat pembangunan yang merata dalam segi ekonomi juga.jadi akan menyeimbangkan perekonomian yang tidak hanya perekonomian berpusat di kota-kota besar saja.dari pemerataan kependudukan ini bisa menjadikan pemerataan pembangunan di Indonesia yang berhasil dan berjalan dengan baik,pemerataan dalam perekonomian juga akan berjalan dengan baik jika penerapan pemerataan kependudukan dan pembangunan ini bisa dilaksanakan dengan baik.dilihat dari jumlah Urbanisasi(perpindahan penduduk dari desa ke kota) membuat tidak meratanya kependudukan.kota-kota besar menjadi tantangan dalam mengubah sistem perekonomian,karana jumlah peredaran uang yag lebih banyak,mungkin sebagian orang memilih mengadu nasib ke kota kota besar karena faktor ekonomi yang kurang berkecukupan.mungkin menurut saya jika tidak melakukan urbanisasi perekonomian kita juga bisa menjadi baik jika kita mau memanfaatkan sumber daya yang ada dan fasilitas yang ada dengan menerapkan kegigihan dalam melalukan itu semua kita bisa memiliki perekonomian yang baik.karena dari kerja keras kita sendirilah yang membuat hasil yang baik bagi diri kita masing-masing,bukan tempat yang menentukan kita sukses tetapi kita yang menentukan tempat tersebut menjadi sukses.banyak orang yang menginginkan sukses dengan mengadu nasib ke kota-kota besar mungkin dari keinginan untuk urbanisasi yang besar ini membuat pemerataan sulit dilakukan.karena faktor dorongan dari mewahnya kehidupan kota.
Dilihat dari segi kebutuhan pokok dalam menunjang pembangunan di Indonesia,kebutuhan pokok ini belum bisa terpenuhi secara merata,saya melihat ini dari berbagai sumber salah satunya adalah media massa. kebutuhan pokok mungkin salah satu kendala dalam pembangunan di Indonesia dikarenakan perekonomian yang kurang baik dan harga-harga untuk kebutuhan semakin mengalami kenaikan.kemiskinan akan kebutuhan pokok akan menghalangi pembangunan di Indonesia.
Cara mengatasi kemiskinan:
-Usaha Individu
Seseorang harus berusaha untuk menyelesaikan masalah kemiskinan yang dihadapinya oleh dirinya. Pada lazimnya seseorang itu dapat mengatasi kemisikinan dirinya menerusi pendidikan.
-Penyedekahan
Penyedekahan merupakan satu cara yang baik untuk membantu golongan termiskin dalam masyarakat. Tetapi ia tidak dapat mengatasi masalah kemisikinan secara keseluruhan. mungkin kita bisa memulai langkah kecil dengan mengamalkan sebagian rezki(pendapatan)kita untuk orang-orang yang membutuhkan.mulai dari hal terkecil akan membuat hal yang lebih besar.jangan menunggu termotifasi baru bergerak,bergeraklah hingga membuat motifasi.jika pembangunan di Indonesia ingin berhasil maka mulailah dari diri kita masing-masing.
-Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi bermaksud penambahan jumlah barang dan perkhidmatan yang ditawarkan dalam pasaran di sesebuah negara. Pembangunan ekonomi merupakan cara yang paling berkesan untuk mengatasi masalah kemiskinan. Tetapi ia harus disertai dengan pemerataan,tingkat kesejahteraan yang harus diberikan untuk masyarakat. Bank Dunia dan Tabungan Keuangan Negara.itulah sebabnya pembangunan ekonomi sebagai faktor yang paling penting dalam mengatasi kemiskinan.
-Pembangunan Masyarakat
Pembangunan Masyarakat di sini di perlukan peran pemerintah langsung dan juga masyarakat dalam untuk menguranggi angka kemiskinan.tingginya angka kemiskinan ini bisa dikatakan pembangunan akan perekonomian di Indonesia belum dapat dikatakan berhasil.bukan peran pemerintah secara langsung juga dalam mengatasi tingginya angka kemiskinan melainkan diri kita sendiri yang harus mendukung,membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia sehingga pembangunan di Indonesia bisa berhasil.
keberhasilan memang tujuan utama dalam setiap keinginan yang hakiki dari setiap manusia tetapi suatu keberhasilan tidak akan berarti tanpa Doa Usaha Iktiar Tawakal(DUIT).Keberhasilan dalam pembangunan sangat diharapkan untuk menjadikan kehidupan menjadi lebih baik dan teratur.pemerintah banyak menerapkan strategi-strategi pembangunan jika tidak di dukung oleh peran masyarakat bagimana bisa terlaksana dengan baik dan mendapat keberhasilan.menjalankan strategi secara keseluruhan,seharusnya setiap strategi yang dibuat pemerintah akan berhasil jika kita mau menjalankan dan menerapkan secara keseluruhan dan seksama dalam setiap langkah untuk menjalaninya dari setiap tindakan yang dikuti oleh pemikiran-pemikiran yang menyeluruh dalam mempertimbangkan berbagai cara untuk membuat strategi.keberhasilan strategi pembangunan di Indonesia tidak akan terlihat oleh satu sisi,keberhasilan harus dilihat dari berbagai sisi atau aspek.sebenarnya strategi pembangunan Indonesia itu terdapat dari kemauan kita sendiri bagaimana kita untuk menyikapinya dan menjalaninya untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.sebaiknya kita mendukung program pemerintah, ikut melaksanakan program pemerintah agar proses pembangunan di Indonesia berhasil.

Keterkaitan Pengangguran Dan Inflasi


Pengangguran
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
Jenis & macam pengangguran
Berdasarkan jam kerja
Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:
Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
Berdasarkan penyebab terjadinya
Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 7 macam:
Pengangguran friksional (frictional unemployment)
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
Pengangguran konjungtural (cycle unemployment)
Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
Pengangguran struktural (structural unemployment)
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti:
-Akibat permintaan berkurang
-Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi
-Akibat kebijakan pemerintah
Pengangguran musiman (seasonal Unemployment)
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, pedagang durian yang menanti musim durian.
Pengangguran siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Pengangguran teknologi
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.
Pengangguran siklus
Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian karena terjadi resesi. Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerate demand).

Inflasi
Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.

Penggolongan
Berdasarkan asalnya, inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri dan inflasi yang berasal dari luar negeri. Inflasi berasal dari dalam negeri misalnya terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal. Sementara itu, inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.
Inflasi juga dapat dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga. Jika kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu, inflasi itu disebut inflasi tertutup (Closed Inflation). Namun, apabila kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum, maka inflasi itu disebut sebagai inflasi terbuka (Open Inflation). Sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (Hiperinflasi).
Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan :
-Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
-Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
-Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
-Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)


Keterkaitan antara Pengangguran dan Inflasi
            Menurut saya Keterkaitan antara Pengangguran dan Inflasi mungkin sangat erat dan saling berhubungkan hal ini bisa dikarenakan saat terjadinya inflasi memungkinkan kenaikan harga-harga secara umum dan dilihat dari faktor bursa penempatan tenaga kerja saat menghadapi inflasi ini perusahaan semakin sulit untuk memperoleh pinjaman modal dikarenakan penurunan nilai mata uang secara kontinu yang membuat pihak Bank(kreditur) membatasi dalam memberi pinjaman dikarenakan nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman dan para investor mengurungkan niatnya untuk menanamkan modalnya disuatu perusahaan dan perusahaan yang kurang mempunyai modal akan mengurangi jumlah produksi yang akan dihasilkan dan juga menguranggi jumlah karyawan yang akan mengakibatkan terjadinya pengganguran.
Jadi,menurut saya saat terjadi inflasi bahkan hiperinflasi dapat menurunkan tingkat daya beli masyarakat dan mengakibatkan pengangguran.